![]() |
| Service IP1880 |
Untuk kerusakan-kerusakan yang sering terjadi biasanya :
1. Roll kertas patah. Ato bahasa kerennya Pick Up Roller. Gejalanya kertas yang ditarik menjadi miring, ato kertas yang tertarik masuk banyak, sehingga tidak bisa ngeprint. Ni gambarnya :
![]() |
| Pick up Roller dan Pompa Vacuum |
2. Absorber yang dibaca full oleh printer. Printer IP1880 dalam chipnya telah dilengkapi dengan counter yang akan memperkirakan tingkat kebasahan spon didalam printer dari semburan tinta pada nozzle cartridge. Ketika printer memberikan peringatan absorber full, maka printer tidak bisa digunakan untuk print. Supaya bisa berfungsi kembali harus dilakukan reset pada printer tersebut. Hal inipun bisa dibagi menjadi dua cara. Cara pertama dengan reset permanen, yaitu dengan menggunakan software resetter yang bisa didonlot dari internet, silahkan cari sendiri. Cara kedua dengan melakukan reset temporer, caranya, cabut kabel power, tekan tombol power, kemudian dengan tanpa melepas tombol power tekan tombol resume 2x. Reset temporer ini akan hilang efeknya jika printer kembali dimatikan.
Gambar spon absorber :
![]() |
| Spon Absorber |
Tetapi jika hanya direset pada nantinya juga akan timbul masalah. Tinta yang terlalu banyak tidak akan terserap pada absorber, sehingga akan menetes melalui bagian bawah casing printer. Sebaiknya bongkar kemudian cuci spon-nya, ato bikin selang pembuangan untuk kemudian ditampung pada botol yang diletakkan diluar casing printer.
3. Error 5100. Sewaktu mengalami error ini saya sempat nyari di google, kebanyakan membahas error berhubungan dengan cartridge, tapi setelah saya analisis (ckckck sok2an), menurut saya bukan, tetapi error karena cartridge tidak bisa bergerak kekanan, kearah tempat vacuum-nya, hal ini bisa disebabkan karena encoder yang kotor, ato karena selang penghisap head yang menghalangi. Jika selang penghisap menghalangi tinggal digeser kebawah aja. Encoder adalah sensor yang digunakan untuk memberi pergerakan pada motor supaya cartridge bergerak kekiri ato kekanan. Bentuknya seperti plastik/mika panjang yang berisi garis-garis vertikal. Encoder berada pada sisi belakang cartridge. Encoder ini biasanya kotor karena percikan tinta, sehingga sensor tidak bisa membaca dengan sempurna. Cara membersihkannya gampang, tinggal lap saja dengan kain halus yang dibasahi air hangat ato pembersih lainnya, tapi jangan sampai mengahapus garis-garis yang ada.
Ni gambar penampakannya :
![]() |
| Encoder kotor |
Istilah kerennya timing disk, sering terjadi karena terkena cipratan tinta yang berlebih dari head yang kebanyakan tinta. Saya sering menemukan kasus ini pada printer yang diinfus, karena seringkali pemilik printer meletakkan tabung tinta lebih tinggi dari posisi head. Solusinya adalah dengan membersihkan timing disk tersebut. Timing disk ini juga terbuat dari plastik/mika seperti encoder, hanya bentuknya saja yang berupa lingkaran. Jika terlalu lama terkena tinta biasanya garis-garis sensornya tertutup tinta bahkan bisa hilang. Harga timing disk ini sekitar 45 ribu, tetapi buat kamu yang kreatif bisa bikin sendiri. Caranya pake corel aja, bikin semirip mungkin, kemudian print di mika ditempat fotokopi, untungnya di jogja banyak. Ni penampakan sensornya :
Kalo mo file corel-nya bisa donlot DISINI ato DISINI
5. Kertas lompat-lompat. Jangan dibayangkan kertasnya trus pada terbang lompat-lompat ya hahaha. Aku bingung aja nyari kata-kata yang pas. Pokoknya waktu mo ngeprint kertasnya tidak pas. Ini terjadi karena sensor kertas yang rusak, kemungkinan ada solder yang lepas ato kabel yang putus. Letaknya dibalik plat yang memanjang (no.3). Ni gambar lengkap sensor-sensor printer IP1880 :
![]() |
| Sensor-sensor |
Ada dua hal lagi yang saya ingin share disini. Yaitu membuat tinta yang dibuang setelah proses cleaning bisa digunakan kembali. Caranya dengan membuat selang pembuangan yang terpisah antara tinta hitam dan warna. Kemudian selang pembuangan tinta hitam ini kita salurkan kembali ke tempat penampungan tinta untuk infus. Untuk tinta warna tidak bisa karena antara tinta magenta, cyan, dan yellow sudah tercampur waktu cleaning.
![]() |
| Selang pembuangan |
Yang kedua adalah mengatasi head yang macet. Seringkali saya menemukan kasus dimana tinta tidak keluar saat digunakan untuk ngeprint. Hal ini disebabkan tinta yang habis (wkwkwk) ato bisa juga head yang tersumbat. Untuk head yang tersumbat bisa dicoba menggunakan solvent cleaner, caranya dengan meneteskan cairan ini ato direndan permukaan head-nya selama kurang lebih 4 jam. Biasanya head akan normal kembali setelah dilakukan cleaning.
![]() |
| Solvent Cleaner |
![]() |
| Vaccum head |
![]() |
| Mesin IP1880 |
![]() |
| dicoba doeloe |
![]() |
| IP1880 |



















