Kamis, 21 Januari 2010

semalam

dikala sang mentari t'lah berjalan jongkok menembus cakrawala
dikala sang rembulan tengah tertridur pulas dalam singgasananya
dikala jantungku berdebar lebih kencang dari biasanya

untuk kedua kalinya kusingsingkan lengan jaketku
untuk kedua kalinya pula kulepas rem belakangku (a little bit scary, risky, but great :))
untuk berkali-kalinya kucairkan adrenalinku

menembus pekatnya lalu lintas jogja
meliuk-liuk disela-sela roda
menembus dingin dan sesaknya rasa di dada

menuju taman dimana ku biasa bercumbu
memanjakan tiap bagian hatiku
meneduhkan segenap jiwaku

kutemui taman itu tengah kosong, sepi
hanya gemericik air yg memancar disamping pohon melati
bersama sesosok patung singa yg sedang sakit gigi (lekas ndagel ki)

ku mencoba menyapa sebuah pot bunga dipinggir kolam
diiringi suara jangkrik menandai datangnya malam
ku mencoba menunggu 10 menit 35 detik dibawah pohon salam

tiada suara dari seberang, peraduan
mungkin tengah menidurkan jiwa dalam perenungan
selamat beristirahat teman
masih ada aku (dan kami) yang selalu mendukungmu di seberang jembatan


### #

0 komentar: