Tampilkan postingan dengan label iseng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label iseng. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 September 2026

Raiso turu

Jam menunjukkan pukul 3:10 WITA saat ini, mata tak mau kunjung merem, efek melek melewati tengah malam ini, padahal habis isya tadi rasanya ngantuk. Siang juga tidak tidur hari ini. Ada tetangga beberapa hari yang lalu minta perbaiki printernya karena warnanya tidak keluar, epson L3210, satunya epson L5190 kertas nariknya selalu miring. Beberapa minggu lalu printer canon yang sudah mulai langka, katanya tidak bisa buat print. Ternyata hanya minta reset saja. Epson L5190 ini sebenernya sudah diantarkan kerumah beberapa minggu yang lalu, tapi karena lagi sibuk belum sempat tak cek-cek. Malah hari-hari setelah itu jatuh dari motor, beberapa minggu nggak bisa jalan hahahaha. Seperti biasa kalau weekend rasanya hanya pengen rebahan, main hp atau nonton tv, menghilangkan penat akan rutinitas. 



Sore tadi aku sempatkan cek yang L3210 karena estimasi pengerjaan tidak terlalu sulit. Langkah pertama check print head nozzle, warna apa yang tidak keluar. Warna hitam relatif aman, warna cyan agak keluar, magenta sama yellow tidak keluar sama sekali. Lanjutkan dengan beberapa kali cleaning, kemudian check print head nozzle lagi, malah warna selain hitam tidak ada yang keluar hahahaha.
Setelah diulang beberapa kali tetap tidak keluar, akhirnya ambil jalan pamungkas, yaitu power cleaning, ini mirip flushing, karena menghabiskan tinta yang lumayan banyak dibanding cleaning biasa. Langkah selanjutnya print head nozzle check lagi. Alhamdulillah warna sudah keluar, tetapi hitamnya ada beberapa titik yang nggak keluar hahaha. Ulangi cleaning biasa sekali kemudian cek lagi. Hasilnya sudah bagus lagi, printer sudah normal, dapat dipergunakan kembali. Untuk yang L5190 besok dicek, semoga nggak ribet perbaikannya.

Untuk biaya gratis ya, tidak ada sama sekali wkwkwkw. Ya selagi bisa ya bantu-bantu orang, semoga bermanfaat. Kalo ada yang mau memperbaiki sesuatu bisa datang kerumah hahaha. Sudah setengah empat pagi ini, tapi mata tidak ada tanda-tanda mau merapatkan kelopaknya. Mungkin mendengarkan cerita horor bisa menjadi pengantar tidur, rekomendasi channelnya mas itang, Kembara Sunyi.

(nek rep moco lengkap....klik neng kene) ..

Sabtu, 17 Januari 2015

Iseng-iseng aja, berbekal inject dan link, lumayan buat online seharian dengan pulsa nol dan kuota nol. Memang, ilmu itu mahal harganya, yang bisa menguasai ya akan merasakan nikmatnya hehehe.

gratisan
 

(nek rep moco lengkap....klik neng kene) ..

Rabu, 17 Juli 2013

Antena Eksternal modem Yagi (pending)




Sebenernya setelah bikin antenna modem eksternal dari sendok itu saya melanjutkan membuat antenna model yagi. Setelah muter-muter nyari bahan kemudian saya membuat antena model yagi dengan ukuran yang saya dapat dari internet. Selesai membuat kemudian saya coba ke modem, pertama saya coba dengan cara induksi, hasilnya tidak memuaskan. Cara kedua dengan menyolder langsung ke rangkaian modem, tentunya modem harus dibongkar, padahal modem baru hahahaha. Tetapi cara yang kedua pun hasilnya kurang memuaskan. Setelah capek-capek pointing antena dan analisis sinyal pake software juga tidak mendapat hasil yang bagus, kemudian cooling down dulu sambil mengecek kembali mungkin ada ukuran atau komponen yang salah. Alhasil menurut analisis saya ada satu komponen yang tidak cocok, yaitu kabel. Idealnya kabel menggunakan RG 58, tetapi karena kesulitan saya paksakan menggunakan kabel RG 6. Karena nyari sampe sekarang belum dapat (maklum jauh dari ibukota hahaha) makannya riset saya pending dulu, dilanjut kalo besok dah dapet kabelnya. Alternatif terakhir minta dikirim dari jogja hehehe. Dan juga saya lagi sibuk menekuni aktifitas baru :) 
Sampai ketemu di postingan selanjutnya

(nek rep moco lengkap....klik neng kene) ..

Sabtu, 28 April 2012

Spiderman


Ini bukan yang suka loncat-loncat ditembok itu lho, tapi sebuah aplikasi yang digunakan untuk flashing, unlocking dan beberapa hal lagi handphone. Kenapa aku nulis ini karena terpaksa juga hahaha, tapi dengan terpaksa biasanya kita bisa tambah ilmu. Apalgi kalo bermanfaat buat orang lain, kenapa tidak. Ceritanya beberapa hari yang lalu dimintain tolong untuk benerin hp punya temen. Kalo dinyalain pas dah mo masuk menu setelah ngisi password langsung hang. Pertama tak pikir sistemnya android, ternyata masih java, hp merk cross. Kalo android ya dah sering utak atik OS nya, tp kalo java baru kali ini. Sekarang juga baru belajar caranya, dari bikin kabel koneksi, kalo beli box atau set tool nggak mungkinlah, kayak mo buka servisan aja. Baca-baca caranya, cari software nya, nanti baru dipraktekin, semoga aja bisa.

(nek rep moco lengkap....klik neng kene) ..

Rabu, 11 Januari 2012

Servis IP1880



Service IP1880
Kesempatan kali ini saya mau berbagi pengalaman yang berhubungan dengan printer Canon IP1880, semoga aja bisa bermanfaat. Printer ini disebut printer sejuta umat, karena harganya murah dan daya tahannya lumayan bandel, dengan catatan bisa merawat (ya iyalah hehe). Postingan ini cocok buat orang usil, orang pengen bisa reparasi, orang dengan rasa penasaran. Tapi bongkar-bongkar printer juga kalo gak ada kerusakan malah bisa jadi rusak haha, kalo punyaku kemaren karena kebetulan error 5100. Setelah tak bongkar jadi, setelah beberapa minggu kok dipake buat penginapan tikus, ya terpaksa bongkar lagi haha. Langsung saja, lepas semua bagian-bagiannya, kalo yang baru pertama kali hati-hati ya, ntar per nya pada terbang kemana-mana, disarankan untuk difoto kalo baru pertama kali nyoba. 


Untuk kerusakan-kerusakan yang sering terjadi biasanya :
1. Roll kertas patah. Ato bahasa kerennya Pick Up Roller. Gejalanya kertas yang ditarik menjadi miring, ato kertas yang tertarik masuk banyak, sehingga tidak bisa ngeprint. Ni gambarnya :


Pick up Roller dan Pompa Vacuum
Solusinya : ganti roller dengan yang baru, harganya sekitar 35 ribu, tapi buat kamu yang kesulitan mencari spare part nya ato yang pengen berkreasi, bisa dengan mengganti as yang patah tersebut dengan beberapa cara. Cara pertama dengan membuat lubang pada as yang patah tersebut, besarnya disesuaikan, kemudian pasang dengan isi bolpen yang seukuran, lem dengan lem yang kuat seperti alteco ato lem G. Kemudian potong isi bolpen tersebut sepanjang as yang patah, Cara kedua dengan membaut pada as roll yang patah, cari yang seukuran, kemudian potong kepala baut menggunakan tang. Dan roll yang patah tadi siap dipake lagi.


2. Absorber yang dibaca full oleh printer. Printer IP1880 dalam chipnya telah dilengkapi dengan counter yang akan memperkirakan tingkat kebasahan spon didalam printer dari semburan tinta pada nozzle cartridge. Ketika printer memberikan peringatan absorber full, maka printer tidak bisa digunakan untuk print. Supaya bisa berfungsi kembali harus dilakukan reset pada printer tersebut. Hal inipun bisa dibagi menjadi dua cara. Cara pertama dengan reset permanen, yaitu dengan menggunakan software resetter yang bisa didonlot dari internet, silahkan cari sendiri. Cara kedua dengan melakukan reset temporer, caranya, cabut kabel power, tekan tombol power, kemudian dengan tanpa melepas tombol power tekan tombol resume 2x. Reset temporer ini akan hilang efeknya jika printer kembali dimatikan.
Gambar spon absorber :


Spon Absorber

Tetapi jika hanya direset pada nantinya juga akan timbul masalah. Tinta yang terlalu banyak tidak akan terserap pada absorber, sehingga akan menetes melalui bagian bawah casing printer. Sebaiknya bongkar kemudian cuci spon-nya, ato bikin selang pembuangan untuk kemudian ditampung pada botol yang diletakkan diluar casing printer.


3. Error 5100. Sewaktu mengalami error ini saya sempat nyari di google, kebanyakan membahas error berhubungan dengan cartridge, tapi setelah saya analisis (ckckck sok2an), menurut saya bukan, tetapi error karena cartridge tidak bisa bergerak kekanan, kearah tempat vacuum-nya, hal ini bisa disebabkan karena encoder yang kotor, ato karena selang penghisap head yang menghalangi. Jika selang penghisap menghalangi tinggal digeser kebawah aja. Encoder adalah sensor yang digunakan untuk memberi pergerakan pada motor supaya cartridge bergerak kekiri ato kekanan. Bentuknya seperti plastik/mika panjang yang berisi garis-garis vertikal. Encoder berada pada sisi belakang cartridge. Encoder ini biasanya kotor karena percikan tinta, sehingga sensor tidak bisa membaca dengan sempurna. Cara membersihkannya gampang, tinggal lap saja dengan kain halus yang dibasahi air hangat ato pembersih lainnya, tapi jangan sampai mengahapus garis-garis yang ada.
Ni gambar penampakannya :



Encoder kotor
4. Motor berputar terlalu cepat. Pada printer normal motor bergerak kadang cepat kadang lambat waktu dinyalakan, juga akan melakukan cleaning sendiri. Bila dinyalakan perputaran motor dirasa aneh, kemungkinan ada yang salah dengan sensor berbentuk lingkaran yang berada disamping kiri. Foto penampakannya :


Istilah kerennya timing disk, sering terjadi karena terkena cipratan tinta yang berlebih dari head yang kebanyakan tinta. Saya sering menemukan kasus ini pada printer yang diinfus, karena seringkali pemilik printer meletakkan tabung tinta lebih tinggi dari posisi head. Solusinya adalah dengan membersihkan timing disk tersebut. Timing disk ini juga terbuat dari plastik/mika seperti encoder, hanya bentuknya saja yang berupa lingkaran. Jika terlalu lama terkena tinta biasanya garis-garis sensornya tertutup tinta bahkan bisa hilang. Harga timing disk ini sekitar 45 ribu, tetapi buat kamu yang kreatif bisa bikin sendiri. Caranya pake corel aja, bikin semirip mungkin, kemudian print di mika ditempat fotokopi, untungnya di jogja banyak. Ni penampakan sensornya :



 Kalo mo file corel-nya bisa donlot DISINI ato DISINI


5. Kertas lompat-lompat. Jangan dibayangkan kertasnya trus pada terbang lompat-lompat ya hahaha. Aku bingung aja nyari kata-kata yang pas. Pokoknya waktu mo ngeprint kertasnya tidak pas. Ini terjadi karena sensor kertas yang rusak, kemungkinan ada solder yang lepas ato kabel yang putus. Letaknya dibalik plat yang memanjang (no.3). Ni gambar lengkap sensor-sensor printer IP1880 :

Sensor-sensor
Nomor 1 adalah timing disk, nomor 2 adalah encoder, nomor 4 saya tidak tau sensor apa namanya, tapi bila printer ngadat gak mau muter biasanya roda gigi dibawah sensor tersebut diputar dampai bunyi glek, printer bisa normal lagi

Ada dua hal lagi yang saya ingin share disini. Yaitu membuat tinta yang dibuang setelah proses cleaning bisa digunakan kembali. Caranya dengan membuat selang pembuangan yang terpisah antara tinta hitam dan warna. Kemudian selang pembuangan tinta hitam ini kita salurkan kembali ke tempat penampungan tinta untuk infus. Untuk tinta warna tidak bisa karena antara tinta magenta, cyan, dan yellow sudah tercampur waktu cleaning.
Selang pembuangan
e merupakan selang pembuangan untuk tinta warna, dari pompa vacuum , ditandai dengan selang yang bergaris. Untuk f adalah selang pembuangan tinta hitam, ditandai dengan selang polos.

Yang kedua adalah mengatasi head yang macet. Seringkali saya menemukan kasus dimana tinta tidak keluar saat digunakan untuk ngeprint. Hal ini disebabkan tinta yang habis (wkwkwk) ato bisa juga head yang tersumbat. Untuk head yang tersumbat bisa dicoba menggunakan solvent cleaner, caranya dengan meneteskan cairan ini ato direndan permukaan head-nya selama kurang lebih 4 jam. Biasanya head akan normal kembali setelah dilakukan cleaning.



Solvent Cleaner
Ni SS buat komponen yang lain :
Vaccum head
 a adalah vacuum/penghisap untuk tinta hitam, dan b vacuum/penghisap untuk tinta warna


Mesin IP1880

dicoba doeloe
IP1880
Semoga bermanfaat

(nek rep moco lengkap....klik neng kene) ..

Jumat, 18 Maret 2011

Fotocell

Fotocell
Selanjutnya masih berkaitan dengan saklar menyaklar. Kalo postingan sebelumnya tentang dimmer, postingan kali in tentang Fotocell, sebenernya aku ga tau nama yang benar, lupa, kardusnya dah ilang hahahaha, kayaknya sih bener  :)

Apa itu Fotocell?

Yaitu sebuah alat yang berfungsi seperti saklar tetapi bersifat otomatis tergantung pada cahaya. Jadi ketika ada cahaya terang (pagi hari) maka Fotocel ini otomatis akan memutus aliran listrik yang ada, dan bila tidak ada cahaya (petang hari) akan bekerja sebaliknya.
Gunanya untuk apa?
Ya untuk menyaklarlah hahahaha (ngakak lagi)

Biasanya dipasang pada lampu-lampu jalan, sehingga pada sore hari ato pada saat mendung, lampu secara otomatis akan menyala. Sebenernya ada cara lain yaitu dengan metode timer, mengeset nyala-mati dengan alat yang berbasis jam. Bisa di set pada jam-jam yang kita butuhkan, dan bisa diset untuk hari yang berbeda pula sesuai keinginan kita. Aku dah pernah pake semua, yang timer sekarang masih fungsi untuk penerangan dikampung.
Apa hubungannya dengan keseharian kita?
Teknologi ini bisa kita aplikasikan dirumah, ni berdasar pengalaman ya, pengalaman pribadi dan juga teman (hayo sapa yaaa.... :))
Buat kita yang tinggal sendiri (terpisah ma orangtua mksdnya), seringkali kita pergi nggak karuan, kadang dah malam baru pulang, dan rumah masih dalam keadaan gelap. Dengan kondisi seperti itu teknologi ini akan sangat cocok kita terapkan. Dah tak aplikasikan juga dirumahku, karena hanya tinggal ma adik seringkali waktu sore rumah dalam keadaan kosong, ato kalo pas weekend seringkali nggak ada orang, pada ditinggal mudik. Lampu mo dinyalain terus? Selain nggak hemat energi juga keliatan banget kalo nggak ada orang. Maksudnya lampu teras ma lampu jalan, kalo didalam rumah dihidupin terus juga ga papa, asal yang kecil wattnya aja, biar kalo hantunya yang jaga mo ambil minum ngga nabrak-nabrak hahahaha.
Sekarang masalah harga, tergantung pada ukuran tentunya, kalo yang kecil seperti pada gambar diatas, dulu harganya 60 ribuan, cukup untuk menyalakan banyak lampu, itu kalo ga salah sampai 10 Ampere, gede juga kan.
Sedangkan cara pemasangan juga cukup mudah, ada petunjuk pemasangan juga, terdapat 3 kabel, merah, hitam, dan putih. Kabel merah dan hitam untuk arus positif (+), input dan output, ikuti petunjuknya, dan kabel warna putih untuk arus negatif (-). Untuk kabel merah dan hitam jangan sampai kebalik, soalnya kalo salah lampu bisa berkedip-kedip karena bingung. Terdapat juga plastik warna hitam seukuran dengan Fotocell untuk mencobanya, kalo ditutup seolah-olah malam hari, dan lampu akan menyala.
Pas banget kan kalo kita pasang dirumah, sewaktu kita lagi nggak ada dirumah sore hari lampu sudah menyala sendiri dan paginya lampu dah mti sendiri, jadi ga terlalu keliatan kalo rumah sedang kita tinggal.



Fotocell rumahku

(nek rep moco lengkap....klik neng kene) ..

Dimmer Lampu


Pada beberapa postingan kali ini aku pengen nulis tentang teknologi-teknologi yang sebenarnya ada disekitar kita, tetapi tidak semua orang mengetahuinya. Langsung saja, aku ndak suka basa-basi, kalo suka ya suka kalo ndak suka ya bilang ndak suka hahaha...

Yaitu dimmer. Menurut kamus longman offline (wk wk wk), dimmer adalah suatu alat yang digunakan untuk mengatur arus llistrik yang melewatinya. Bedanya dengan saklar, kalo saklar hanya memutus dan menyambung arus listrik, sedangkan dimmer bisa mengatur hambatan sehingga lampu yang dipasang dimmer bisa diatur tingkat ke-terang-annya. Dimmer biasa dipasang pada lampu belajar.

Seperti gambar diatas lampu yang dipasang bisa disetel pada level redup ato terang, tergantung besar watt lampu yang kita pasang. Cocok sekali buat penganten baru (hahahaha apa hubungannya coba). Tetapi ada satu persyaratan yang harus dipenuhi, yaitu lampu harus bertipe pijar, bukan neon, untuk lampu neon ada dimmer khusus. Bila kita tidak suka dengan warna yang agak kecoklatan bisa diganti dengan lampu pijar yang berwarna putih, meski sekarang agak jarang, tergantikan dengan lampu hemat energi.

Harga dimmer ini bervariasi, aku sih biasa beli yang sedang-sedang saja, hehehe, berkisar 25 ribu. Dimmer ini terbilang awet, aku dah make dari dulu beberapa tahun sebelum masehi hahaha, sampe sekarang masih baik-baik saja. Ada juga sih yang pernah rusak, penyebabnya biasanya listrik yang tidak stabil ato sering mati. Kalo dimmer ini mati masih lampu masih bisa kita nyalakan hanya tiddak bisa kita atur terang-redupnya saja. Dan kalo kebetulan mati, tidak usah buru-buru ganti dengan yang baru, tinggal buka covernya trus kita ganti transistornya (itu transistor apa IC ya, lha sama-sama berkaki tiga hehehe) seri yang biasa digunakan BT136. Harganya 6000an saja, meski sulit nyarinya, tapi bisa diganti dengan seri-seri yang mirip. Tinggal solder jadi lagi deh, dan potensio yang dipake biasanya kuat, bukan hanya plastik seperti yang banyak dipasang di lampu belajar.
Untuk memasangnya tidak terlalu sulit, seperti memasang saklar biasa, hanya ada 2 kabel. Bedanya hanya pada dudukan, tedus kalo orang kampung biasa menyebutna, kalo umumnya berbentuk lingkaran, untuk dimmer berbentuk kotak, besarnya seukuran dengan dimmernya.
Nii dimmer yang biasa aku pasang dirumah...


(nek rep moco lengkap....klik neng kene) ..